Bos Alfamart yang Meniti Karir sebagai Seorang Konsultan

Bos Alfamart yang Meniti Karir sebagai Seorang Konsultan

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePin on Pinterest

Bos Alfamart yang Meniti Karir sebagai Seorang Konsultan

Siapa yang kini tak tahu Alfamart, minimarket yang telah merajalela di berbagai lokasi ini sekarang sangat familiar dengan masyarakat. Namun tahukah Anda siapakah sosok dibalik perusahaan yang besar saat ini? Dialah Anggara Hans Prawira, seorang pria yang mencuat dan memimpin PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Sumber Alfaria) sejak tahun 2014.

Naiknya Hans sebagai direktur Alfaria memang cukup mengejutkan, pasalnya pria kelahiran tahun 1972 ini tidak termasuk keluarga dari Djoko Susanto, pendiri sekaligus pemilik Alfamart. Lalu bagaimanakah kisah Hans Prawira bisa mencapai posisi puncak di Sumber Alfaria ini? Berikut ulasannya.

Awal Karir Hans Prawira 

Sebelum benar-benar terjun ke ranah ritel, Hans memulai karirnya dengan bergabung pada konsultan Prasetio Utomo & Co. atau Arthur Andersen. Setahun setelah bekerja sebagai konsultan dan lulus dari dari universitas Trisakti dengan menyandang gelar sarjana akuntansi, Hans semakin serius membangun karirnya sebagai seorang konsultan profesional.

Enam tahun menjalani karir sebagai konsultan, Hans memutuskan untuk cuti dan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana S2 di Australia. Gelar master pun diraihnya tahun 2000 di IPMI Business School dan Monash University Australia.

Setelah lulus dari IPMI Business School dan Monash University Australia, Hans meneruskan karirnya sebagai konsultan di tanah air. Tapi suatu kejadian menjadikan dirinya harus banting stir ke ranah ritel. Pertemuan dan persahabatannya sebagai dengan Djoko Susanto membuat dirinya harus meninggalkan pekerjaannya sebagai konsultan di tahun 2001.

Djoko saat itu memang mengajak Hans yang memiliki keamampuan dan pengalamannya sebagai konsultan untuk membantu memajukan bisnis minimarket Alfamart. Ketika bergabung, Hans diangkat sebagai Direktur Keuangan perusahaan dan Alfa Minimart saat itu masih baru memiliki 43 gerai.

Karir Cemerlang , Alfamart Berkembang

Di bawah komando Feny yang menjabat Presiden Direktur AMU yang nantinya berganti nama menjadi Sumber Alfamart, keduanya bekerja untuk mengembangkan Alfamart. Ternyata benar saja, cabang atau gerai Alfamart terus bertumbuh. Pertumbuhan ini akhirnya juga membuat Hans mengalami perkembangan karier.

Setelah tujuh tahun duduk sebagai Direktur Keuangan Alfamart, tahun 2008, Hans duduk sebagai deputy managing director. Setelah perusahaan mencapai IPO (initial public offering) dan makin ekspansifnya AMRT (Alfamart), Hans kembali mendapat promosi menjadi Managing Director AMRT di tahun 2011.

Karir Hans terus melesat hingga mencapai puncaknya yaitu setelah diangkat menjadi presiden direktur Direktur AMRT pada Juni 2014 mengantikan Feny. Diakui Hans bahwa posisinya sekarang ini didapatnya dari kerja keras, bukan karena ambisi. Pria yang mengaku selalu menjalankan prinsip sederhana dalam bekerja ini mengatakan bahwa dengan berkerja dengan sebaik-baiknya orang lain akan objektif memberi penilaian atas kinerjanya di perusahaan.

Bekerja Secara Profesional

Meski dirinya bukan dalam lingkup keluarga Djoko Susanto sebagai pendiri dan pemilik Alfamart, Hans mengaku bahwa dirinya bekerja secara profesional. Hans menyatakan tak pernah canggung ketika mengambil kebijakan yang diambil. Lebih lanjut hans mengatakan bahwa siapaun yang bekerja di Alfaria termasuk anggota keluarga Djoko pun harus bekerja sebagai profesional. Kini Hans terus bekerja dengan berkonsentrasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sudah ada.

Dalam tiga tahun sebelumnya AMRT memang berkembang sangat pesat. Setelah pada tahun 2012, perusahaan mendirikan anak usaha baru, PT Sumber Indah Lestari (SIL) dan menambah sahamnya pada PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi dan lawson). Terakhir, tahun 2014, AMRT mulai melangkahkan kakinya ke Filipina. Tercatat sampai semester I-2015, AMRT sudah memiliki total 10.377 gerai yang terdiri dari gerai milik sendiri dan gerai milik terwaralaba.

Menjaga Semangat Kerja Para Karyawan

Selain menjaga pertumbuhan, saat ini, Hans juga memprioritaskan strategi untuk menjaga semangat kerja para karyawan. Menurut pria yang suka mengkoleksi peta dan globe ini, dalam bisnis ritel karyawan memang memegang peran penting.

Pasalnya, industri ini menyerap begitu banyak tenaga kerja dengan tugas utama melayani konsumen sebaik-baiknya. Lebih lajut Hans menyatakan bahwa jika pelayanan dari para karyawan ini memuaskan, maka konsumen akan merasa nyaman dan ujungnya loyal kepada perusahaan.

Dengan memanfaatkan teknologi, Hans juga telah melakukan sejumlah terobosan penting dalam skema membership dengan pembuatan aplikasi Alfa Gift. Dengan aplikasi ini, Hans bisa mengumpulkan data konsumen, seperti produk atau merek apa yang ada di keranjang belanja konsumen. Terobosan ini akhirnya menjadi referensi utama bagi perusahaan untuk rajin menggelar promo menarik bagi para konsumen setianya.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePin on Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *