Cara Budidaya Sengon Yang Menguntungkan

Budidaya Sengon

Budidaya Sengon

Di jaman sekarang tanah luas sudah jarang semua sudah di jadikan peluang usaha seperti pabrik. Semua pohon sudah ditebangi secara liar. Pembakaran hutan dimana-mana. Tapi bagi yang masih punya tanah luas jangan terburu-buru dijual tapi kita jadikan peluang usaha yang sangat menjanjikan pemilik dan penanamnya.

Kita mencoba membudidayakan Sengon atau Albazia Falcataria. Karena jenis tanaman sengon ini sangat diburu oleh banyak investor untuk kebutuhan sehari-hari, seperti tiang bangunan rumah, pagar, perabotan rumah tangga, tangkai korek api, kertas dan lain sebagainya. Pohon sengon memiliki prospek bisnis yang cukup bagus.

Banyak orang mengatakan budidaya sengon atau albasia tidak ubahnya seperti berkebun emas. Keuntungan dari investasi tersebut sangat tinggi pada usia panen 5 th s/d 7 th yang akan datang. Tak heran banyak investor yang bergerak di luar bidang non agrobisnis saat ini mulai banyak menggarap ceruk bisnis yang satu ini.

Tanaman yang satu ini begitu digemari karena harga jualnya yang lumayan ini. Profit yang bisa didapat, menarik banyak minat orang untuk melakukan budidaya tanaman yang satu ini. Namun untuk bisa menghasilkan pohon sengon yang berkualitas, perlu ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Berikut beberapa tahap panduan budidaya tanaman sengon yang bisa dicoba :

1. Pemilihan bibit Sengon
Cara menanam sengon membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Pertama-tama yang harus dilakukan dalam budidaya tanaman sengon adalah mempersiapkan bibit. Teknik budidaya sengon adalah melalui biji. Jumlah biji sengon yang diperlukan tergantung dari luas lahan yang akan ditanam.

Untuk bisa menghasilkan bibit sengon, perlu dilakukan perendaman biji sengon di dalam air mendidih selama 15 hingga 30 menit. Selanjutnya biji didiamkan selama kurang lebih 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan kecambah.

2. Pemilihan Lahan
Lahan untuk budidaya tanaman sengon sebaiknya adalah lahan datar yang subur dan dekat dengan sumber air. Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7. Selain itu lahan untuk budidaya sengon sebaiknya yang dapat dijangkau oleh transportasi. Tujuannya adalah untuk mempermudah mengangkut saat panen.

3. Proses Penanaman
Terlebih dahulu harus dipersiapkan pembatas yang bisa dibuat dari ajir/bambu. Ajir mempermudah penanaman bibit  Setelah itu buat lubang tanam pada ajir tadi dengan ukuran sekitar 30 x 30 x 30 cm. Masukkan bibit dari tempat persemaian ke dalam lubang tanam. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bibit tanaman.

4. Perawatan Tanaman
Perawatan tanaman sengon tidaklah rumit. Hanya perlu 5 tahap, 5 tahap tersebut adalah penyiangan, penyulaman, pendangiran, penjarangan, dan pemangkasan. Penyiangan adalah dibersihkan tanaman dari pengganggu seperti rumput ilalang dan gulma. Penyiangan harus dilakukan untuk menjaga petumbuhan sengon.

Penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit sengon yang mati dengan bibit yang baru agar saat panen diperoleh hasil yang berkualitas. Pendangiran dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah atau penggemburan tanah disekitar pohon. Penjarangan dilakukan untuk memberikan ruang tumbuh bagi pohon sengon. Dan Pemangkasan dilakukan untuk menghilangkan bagian pohon atau cabang yang tidak berguna

5. Panen
Pada umumnya pohon sengon akan siap dipanen saat berusia 5 hingga 7 tahun, tergantung kebutuhan dan permintaan pasar. Kayu sengon yang telah dipanen bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam barang.

Semoga para wirausaha muda bisa mencoba membudidayakan sengon dengan sukses. Semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *