Irma Suryati Penyandang Disabilitas yang Sukses Usaha Keset Perca

Irma Suryati Penyandang Disabilitas yang Sukses Usaha Keset Perca

Irma Suryati, dengan keterbatasan fisik tak menjadi halangan baginya menekuni usaha kerajinan keset sejak belia. Meski proses mencapai kesuksesan itu sulit, namun warga asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini tetap maju menekuni usaha keset percanya.

Irma Suryati Penyandang Disabilitas yang Sukses Usaha Keset Perca

Bagi Irma, satu kisah di tahun 2007 adalah awal dari berkembangnya usaha yang dinamainya Mutiara Handicraft. Keberanian dan tekatnya untuk menjajakan hasil tangannya ke Ibu Kota adalah pengalaman menarik dalam perjalanan usahanya.

Awalnya, ibu lima anak ini harus menempuh perjalanan yang cukup jauh mencapai ibu kota. Dengan membawa 3 karung besar keset perca dan harus mengeluarkan biaya ongkos yang realtif mahal, Irma bertekat menjajakan kesetnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Tiba pagi-pagi betul, Irma pun sabar menunggu, dan lapisan-lapisan keset itu pun menjadi alas tidurnya di emperan Tanah Abang.

Saat itu pula, ia harus menghadapi preman yang memerasnya. Namun titik awal itu berhasil mempertemukannya dengan peluang besar yang didapat. Lewat sebuah Koran yang melintasi wajahnya, ia membaca sebuah pengumuman lomba kewirausahaan muda tingkat nasional saat itu. Seusai menjajakan produknya, ia pun segera bergegas mendaftarkan diri.

Meski pada awalnya Irma tak memenuhi syarat sebagai peserta lomba, namun dengan sebersit harapan pula ia diberi kesempatan oleh panitia penyelenggara. Alhasil, ia pun menjadi salah satu peserta yang juga resmi dinobatkan sebagai  juara I Lomba Kewirausahaan Muda Nasional 2007.

Dari keberhasilan itulah, usaha kerajinan tangan keset perca ini semakin berkembang. Sementara, kondisinya yang terbatas malah menjadi motivasi baginya untuk memberdayakan penyandang cacat lain sebagai pengrajin. Diketahui sebanyak 20 penyandang cacat bekerja membuat keset di Mutiara Handicraft. Selain itu, Irma bahkan sukses membangkitkan semangat para penyandang cacat lainnya untuk mau berusaha.

Dari waktu ke waktu usaha kesetnya pun semakin berkembang. Produknya bahkan telah diekspor hingga ke Australia, China dan Singapura. Dibantu oleh 59 ribu orang di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Timur, ia mmapu memproduksi keset sebanyak 200 ribu untuk dijual di Tanah Abang dan 30 ribu diekspor ke Australia.

Kini selain mengawasi produksi usahanya, Irma menjadi motivator dan trainer bagi sejumlah penyandang cacat, anak jalanan dan kaum PSK untuk diberdayakan. Bagaimana menurut Anda, mampukah kita mengikuti jejak Irma untuk menjadi seorang yang berguna ditengah keterbatasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *