Kisah Inspiratif dari Aburizal Bakrie

Kisah Inspiratif dari Aburizal Bakrie

Kisah Inspiratif dari Aburizal Bakrie

Selama ini kita mengenal Aburizal Bakrie sebagai salah satu tokoh politik berpengaruh yang juga sempat menjadi calon presiden pada pemilu tahun 2004 silam. Sebelumnya, laki-laki kelahiran Jakarta 15 November 1946 ini juga dua kali menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) periode 1994-1999 dan 1999-2004. Selain itu, perjalanan politiknya telah mengantarnya menjadi Menko Perekonomian, dan selanjutnya menjabat Menko Kesra periode 2004-2009.

Pada tahun 2007, majalah Forbes Asia menobatkan Aburizal Bakrie sebagai orang terkaya se-Indonesia dan se-Asia Tenggara. Hal ini tentunya mengejutkan sekaligus membanggakan karena gelar orang terkaya ini untuk pertama kalinya didapatkan oleh pribumi. Selama ini gelar orang terkaya selalu disabet oleh para taipan atau non pribumi.

Laki-laki yang kerap disapa Ical ini memiliki beragam bidang usaha atau bisnis yaitu pertambangan batubara, perkebunan, minyak, properti, telekomunikasi, dan media massa (TV One). Ical kemudian memimpin Bakrie Grup, sebuah kelompok bisnis yang dirintis oleh mendiang ayahnya.

Bisnis milik sang ayah ini berawal dari perdagangan rempah-rempah dan hasil perkebunan, khususnya dari Provinsi Lampung. Dengan kepiawaiannya mengelola asset termasuk mengelola modal yang berasal dari pinjaman, Ical kemudian membangun usaha demi usaha hingga menggurita tidak hanya sebatas perdagangan rempah dan perkebunan namun mulai merambah bisnis property, saham, telekomunikasi dan lain-lain.

Ada 7 prinsip yang dijalankannya sehingga dapat mencapai kesuksesan seperti yang ia raih saat ini, yakni :

1. Jangan pernah menyerah. Semua orang pasti pernah mengalami kesulitan tapi orang yang sukses adalah mereka yang tidak pernah menyerah. Fainna ma al yusri yusron, wa inna ma al yusri yusron: dibalik setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar.

2. Jangan pernah berhenti belajar, never stop learning. Kunci kemajuan sebuah bangsa adalah ilmu pengetahuan, dan ia tidak mengenal usia karena ilmu pengetahuan akan selalu berkembang terus menerus.

3. Jangan berada dalam gelap dan jangan bawa dirimu dalam kegelapan. Kegelapan disini dapat berarti narkoba, kegagalan yang terus berlanjut, kemalasan, pesimisme, ketidakdisiplinan dan lain-lain.

4. Jadilah yang terbaik. Dimanapun Anda berada, jadilah yang terbaik, berikan yang terbaik, usahakan yang terbaik.

5. Entrepreneurship. Kesuksesan seorang entrepreneur adalah kemauan, tekad, kesungguhan, dan kreatifitas, bukan besarnya modal, warisan atau pemberian orang. Sekecil apapun modal di tangan, ia akan menjadi besar dengan usaha yang sungguh-sungguh, pantang menyerah, penuh kreatifitas dan kemampuan inovatif. Percuma punya modal besar namun tidak dapat mengelola, akan habis sia-sia.

6. Networking. Seorang entrepreneur harus memiliki jaringan perkawanan seluas-luasnya, bahkan sejak di usia muda. We never know what future we will have. Bersiaplah, bergaulah dengan banyak orang dan tingkatan status sosial dan pekerjaan. Buka kesempatan dengan mengenal semakin banyak orang di kalangan yang beragam.

7. Meyakini bantuan Allah akan datang manakala kita mau berusaha. Bisnis yang baik adalah bisnis yang dapat mendekatkan kita kepada Allah baik dalam aktifitas bisnisnya maupun hasilnya yang dapat disedekahkan untuk membantu orang lain.

Demikianlah kisah sukses Aburizal Bakrie dalam suka dukanya membangun bisnis. Semoga 7 tips sukses beliau dapat memberikan inspirasi dan semangat bagi Anda yang sedang atau akan membangun usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *