Kisah Sukses Andina Nabila Pengusaha Sepatu Lukis

Kisah Sukses Andina Nabila Pengusaha Sepatu Lukis

Kisah Sukses Andina Nabila Pengusaha Sepatu Lukis

Karya seni yang menjual keindahan lukisan memang berharga mahal. Andina sendiri menyadari hal tersebut. Apalagi, produk yang diciptakannya murni handmade sehingga banderol harga yang ditawarkan pun tidaklah murah.

Belum lagi lukisan yang terpampang di sepatu dan dipadu dengan hiasan manik-manik yang belum tentu membuat orang percaya diri menggunakannya. ltulah yang kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi gadis berusia 25 tahun ini dalam memasarkan produknya.

Diakui Andina, biaya produksi memang tidaklah murah. Walau kondisi yang dihadapinya cukup sulit, Andina tak menganggap itu sebagai kendala. Justru, ia makin tertantang untuk memasarkan produknya lebih luas lagi.

Sempat Ditipu

Membesarkan bisnis memang tak semulus perkiraan. Begitupun dengan Andina yang sempat merasakan bagaimana pahitnya berbisnis.

Cerita bermula ketika ia diminta menyediakan merchandise untuk pesta olahraga berskala besar. Kebahagiaan menjadi partner dari acara bergengsi pun membuat Andina bersemangat mengerjakan pesanan tersebut meski uang muka yang diberikan sangat kecil.

Tak hanya itu, Andina begitu mempercayai pihak pemesan sehingga dengan uang muka yang kecil, semua pesanan langsung dikirim. Namun apa daya, orang yang memesan bukanlah panitia dari pemerintah, melainkan orang cabutan. Andina pun harus menelan pil pahit. Meski begitu, ia tidak berkecil hati. la pun semakin berhati-hati menerima pesanan meski tawarannya sangat menggiurkan.

Bakat yang Disalurkan dalam Bisnis

Bisnis yang digeluti Andina sesungguhnya tak jauh dari bidang yang dijalaninya sejak kecil. Andina kecil sudah didaftarkan ke kursus melukis oleh orangtuanya.

Saat SMP, Andina iuga sempat mengikuti kursus melukis di atas kain yang kini berkorelasi dengan bisnisnya. Dengan modal tersebut, Andina tak kesulitan melukis di atas sepatu. Maka, tidaklah mengherankan jika bisnisnya melesat jauh.

Mimpi yang Terwujud Mandiri secara finansial dan tak bergantung kepada sebuah perusahaan memang menjadi mimpi Andina sejak lama. la menginginkan berkarier di bawah payung usaha yang didirikannya.

Selepas kuliah, Andina sesungguhnya ingin langsung menekuni bisnisnya. Tetapi, permintaan orangtua yang mewajibkan dirinya bekerja lebih dulu di luar dan mencari pengalaman membuatnya mengabdi lebih dulu di sebuah studio animasi.

Selama bekerja, Andina merasakan usaha yang dibesarkannya tersebut terbengkalai. Jam kerja yang cukup menyita hari-harinya serta kelelahan yang tak terkira membuat fokus di usahanya tak lagi maksimal.

Menginjak bulan ke-10, Andina memutuskan mundur dari tempat kerjanya dan mengabdikan diri sepenuhnya sebagai pebisnis. Melalui usaha sepatu lukis yang dirintisnya, Andina mengaku bisa mewujudkan mimpinya sejak lama.

Dengan berbisnis, Andina yang usahanya 90 persen mengandalkan penjualan online tidak hanya memiliki keleluasaan waktu, tetapi juga bisa memanfaatkan ilmu yang dimilikinya.

Tak hanya itu, usaha sepatu lukisnya yang mencapai 200 pasang per bulan membuatnya mapan secara finansial. Andina tidak hanya mencukupi kehidupan pribadi, tetapi juga peluang rezeki bagi orang lain lewat usahanya. Kebahagiaan itu pun tak ternilai dengan apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *