Mencegah Osteoporosis dengan Buah Pepaya

Mencegah Osteoporosis dengan Buah Pepaya

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePin on Pinterest

Tanaman pepaya ini sangat mudah di temui di hampir seluruh tanah air. Pertumbuhannya yang mudah sehingga dapat di tanam di mana saja. Tanaman ini sangat subur sekali di tanam pada iklim tropis seperti di Indonesia.

Kandungan pepaya ini cukup banyak. Berikut ini adalah kandungan pepaya dan penjelasannya bagi kesehatan tubuh manusia.

Mencegah Osteoporosis dengan Buah Pepaya

1. Mengandung Fomat

Folat atau asam folat adalah vitamin yang larut didalam air. Folat ini berfungsi untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Folat ini sangat penting untuk ibu hamil dimana akan menjaga janin tidak cacat lahir dan mencegah pada kelainan otak.

2. Mengandung Vitamin A

Sudah tidak asing lagi di telingan kita bahwa vitamin A ini sangat bagus untuk kesehatan mata dan kesehatan kulit. Vitamin A adalah nutrisi yang paling penting untuk kecantikan terutama untuk mengencangkan kulit wajah. Sehingga pepaya sering digunakan untuk masker kecantikan wajah.

3. Mengandung Vitamin B

Vitamin B yang dikandung pada buah pepaya berfungsi untuk melancarkan proses pencernaan didalam usus. Kandungan enzim pencernaan yaitu papin yang berfungsi untuk membantu pencernaan sehingga akan memudahkan BAB secara rutin.

4. Mengandung Vitamin C

Vitamin C hampir ada disetiap buah-buahan akan tetapi hanya kadarnyalah yang membedakan. Vitamin C di dalam buah pepaya dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka, menyehatkan kulit, sistem kekebalan tubuh mencegah penyakit jantung dan sebagai antioksidan alami.

5. Mengandung Vitamin E

Kandungan vitamin E berguna untuk mengobati diabetes, mengencerkan darah, mencegah kanker, merawat kulit dan mengurangi bintik-bintik pada kulit.

6. Mengandung Vitamin K

Berperan penting untuk kesehatan dan pertumbuhan tulang, vitamin K yang dikandung oleh pepaya dapat MENCEGAH OSTEOPOROSIS PADA TULANG. Mengkonsumsi buah pepaya penting dalam mencukupi vitamin K alami di dalam tubuh.

7. Mengandung Mineral

Kandungan mineral seperti magnesium, tembaga, kalsium, kalium bermanfaat untuk tubuh. Misalnya fungsi magnesium adalah mengobati tekanan darah tinggi, mencegah serangan jantung, asma, kram, diabetes dan kesehatan tulang.

8. Anti Inflamasi dan Antioksidan

Karoten, flavonoid, vitamin C dan asam pantotenat yang cukup tinggi daoat menjadi sebagai antioksidan di dalam tubuh. Anti inflamasi atau antiradang berfungsi untuk mencegah peradangan pada luka di dalam tubuh. Misalnya ada luka jerawat, maka anti inflamasi akan mengurangi peradangan akibat jerawat tersebut. Sehingga jerawat lebih mudah sembuh.

Manfaat pepaya bagi tubuh sangat banyak. selain kaya akan vitamin C, pepaya juga mengandung serat makanan yang tinggi. Selain itu, pepaya juga mengandung gizi yang sangat baik bagi kesehatan tulang, lho!

Tidak banyak orang mengetahui manfaat pepaya dalam membantu mencegah osteoporosis. Salah satu kandungan gizi pepaya yang sangat penting dan membantu mencegah proses osteoporosis adalah potasium.

Dilansir dari klikdokter.com, potassium secara alami bisa didapat dari konsumsi buah dan sayuran. Pepaya adalah salah satu buah dengan kandungan potasium tinggi yang dapat kita temui sehari-hari. Pepaya menempati urutan kedua buah yang memiliki kandungan potasium tertinggi setelah pisang.

Di dalam tubuh, potasium bermanfaat untuk menghambat proses pemecahan tulang (resorpsi). Pada lansia, di mana risiko kejadian osteoporosis meningkat, dihambatnya resorpsi tulang ini sekaligus mempertahankan kekuatan tulang.

Di samping itu, kandungan potasium dalam darah yang mencukupi juga akan membantu menetralkan tingkat keasaman tubuh. Keasaman tubuh yang terkendali akan mendukung ketersediaan kalsium di dalam tubuh, sehingga menunjang kekuatan tulang.

Jadi, tidak ada salahnya jika Anda ingin menambahkan pepaya dalam menu asupan harian. Karena selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara umum, pepaya juga dapat membantu mencegah osteoporosis.

 

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someonePin on Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *