Waspadai Sembelit Pada Anak

susah BAB pada anak

susah BAB pada anak

Selama masa pertumbuhan, suatu keadaan yang normal jika bayi
mengalami susah makan atau justru makan tiada henti. Meski
demikian, pastikan sistem pencernaan bayi tidak terganggu. Kondisi
bayi susah BAB adalah salah satu yang patut diwaspadai.

Anda tentu saja tidak boleh menganggap enteng masalah ini karena
sering kali membuat bayi tidak nyaman, menangis histeris bahkan
kesakitan ketika buang air besar, dan bisa berakibat buruk bagi
perkembangannya secara keseluruhan. Bagi para orang tua, mari kita telah bersama-sama bagaimana cara menyikapi kondisi ini.

Untuk bayi yang baru lahir, normalnya ia akan buang air besar
hingga sebanyak 4 kali setiap hari. Ini akan berlangsung sampai ia
berusia 7 hari. Untuk anak berusia 2 tahun, termasuk normal jika ia
dapat buang air besar (BAB) 1-2 kali tiap harinya. Anak usia 4
tahun sudah sama pola BAB-nya dengan orang dewasa – 1 kali setiap hari.

Nah, karena tidak setiap anak memiliki pola yang persis sama, maka
umumnya seorang bayi atau anak akan dianggap mengalami sembelit, jika ia tidak BAB hingga 2 minggu atau lebih.

Pada umumnya ditandai dengan kondisi dimana feses bayi abnormal, teksturnya lebih keras dari biasanya. Sehingga bayi sering kali kesakitan dan kesulitan buang air besar hingga berhari hari. Anda dapat membedakan sembelit, salah satunya adalah bayi anda kesulitan buang air besar lebih dari lima hari berturut-turut sehingga bayi merasakan tidak nyaman dengan kondisi ini, hal ini dikarenakan perutnya kembung dan terasa penuh sehingga kehilangan nafsu makan, bahkan pengaruh ketidaknyamanan yang diakibat sembelit pada bayi sering kali membuat menangis dan rewel.

Kenali penyebab sembelit pada anak:

1. Pemberian susu Formula
ASI sangatlah baik buat bayi karena lebih mudah dicerna. Karena
masing-masing bayi berbeda-beda terhadap susu formula. Jika protein dan lemak yang terdapat pada susu formula yang tidak seimbang yang dipengaruhi pula oleh fosfor dan kalsium yang lebih tinggi sehingga menyebabkan cairan sulit terserap oleh dinding-dinding usus dan menjadikan tinja menjadi keras dan sembelit.

2. Makanan padat
Makanan cair ke padat memang rentan menimbulkan
konstipasi/Ssembelit. Apalagi jika yang diberikan langsung berupa
makanan minim serat, seperti nasi atau roti. Untuk meminimalisasi
risiko konstipasi, berikan makanan kaya serat seperti sayur dan
buah-buahan.

3. Kekurangan cairan/Dehidrasi
Pada dasarnya kebutuhan cairan pada bayi sudah tercukupi dengan
ASI. Meski sudah diberikan makanan pendamping dan air putih bila tidak seimbang juga dapat menyebabkan konstipasi/sembelit.

4. Mengalami penyakit tertentu
Pada awalnya terdapat luka di anus karena kesulita mengejan
sehingga menunda buang air besar dan menyebabkan tinja menjadi
keras. Karena bertumpuknya di dalam anus sehingga menyebabkan
sembelit.

Cara untuk mengatasi sembelit pada bayi:

1. Ganti susu formula anda jika tidak cocok dan membuat bayi anda susah buang air besar dan mencret. Anda harus teliti dengan
pemilihan susu formula tersebut untuk anak anda.

2. Pijat lembut perut anak anda dengan gerakan memutar daripusar ke arah luar dengan searah jarum jam.

3. Posisikan bayi anda terlentang sambil angkat kaki anak anda gerakan seperti sedang mengayuh sepeda.

4. Penuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan pada anak anda. Buah pepaya itu biasanya dapat membantu memperlancar BAB.

5. Oleskan minyak pada anus anak anda yang terluka.

6. Bila anda masih menyusui kasih anak anak anda ASI yang banyak, karena ASI dapat mengatasi sembelit.

7. Mandikan bayi anda dengan air hangat.

8. Berikan minum air putih supaya jumlah cairan tubuh anda
tercukupi.

Inilah tips dari saya semoga bermanfaat bagi bayi anda yang lagi
mengalami sembelit dirumah karena penyebab-penyebab tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *